Cari Blog Ini

Kamis, 31 Mei 2012

Siapakah Orang yang Terpenting dalam Hidup Kita ??


Dalam suatu kesempatan di satu Universitas Negeri yang terkenal di Negara ini…
Seorang Dosen Psikologi yang juga ahli dalam agama Islam…
mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswa-mahasiswa S2,,,
khususnya mahasiswa-mahasiswa yang sudah berumah tangga…

"saudara-saudara sekalian…
mari kita membuat satu permainan yang Insya Allah dapat membuka mata hati kalian…
saya mohon satu orang dari kalian maju kedepan untuk membantu saya sebentar" kata Sang Dosen memulai…

kemudian salah satu mahasiswa berjalan maju menuju papan tulis…

Dosen itupun meminta kepada mahasiswa tersebut… :
“Silahkan anda tulis di papan tulis 10 (sepuluh) nama yang menurut Anda paling dekat dengan anda saat ini…

Dalam sekejap si Mahasiswa pun telah menuliskan semuanya…

Ada nama orang tuanya… nama Istrinya… nama anaknya… nama Sahabatnya…
nama teman kantornya… dan nama teman-temannya…

“Sekarang silahkan “CORET” 2 (dua) nama yang menurut anda tidak penting…” lanjut Sang Dosen…

Mahasiswa itu pun lalu mencoret nama temannya…

“Silahkan “CORET” 2 (dua) nama lagi…” pinta Sang Dosen…

Mahasiswa itu kemudian mencoret nama teman kantornya…

“sekarang silahkan “CORET” 1 (satu) nama lagi…” kata Sang Dosen…

Mahasiswa itu pun mencoret lagi satu nama sahabatnya di papan tulis…

“sekarang silahkan coba “CORET” 2 (dua) nama lagi…” lanjut Sang Dosen…

“sekarang coba Anda perhatikan… yang tersisa sekarang adalah…
orang tua… istri… dan anak…” jelas Sang Dosen…

suasana di ruang kelas menjadi hening...
para Mahasis pun mengira permainan telah selesai…
dan tidak ada lagi yang harus di pilih untuk di “CORET”…

tiba tiba Sang Dosen yang Ahli Agama Islam berkata… :

“Tolong Anda “CORET” 1 (satu) nama lagi yang menurut Anda tidak penting…”

Mahasiswa itu pun berfikir sangat lama dan hati-hati…
karena ini adalah pilihan yg amat sulit…
akhirnya secara perlahan-lahan dan mantap dia mencoret nama orang tuanya…

Sang Dosen pun berkata kembali…
“sekarang yang terakhir… tolong dari ke 2 (dua) nama terakhir itu…
Anda “CORET” 1 (satu) lagi…”

tampak si Mahasiswa tersebut hatinya menjadi bingung…
demikian juga Mahasiswa yang ada diruang kelas tersebut…
di dalam benak para Mahasiswa berfikir permaian apa gerangan ini…?

setelah merenung yang cukup lama…
akhirnya Mahasiswa itu dengan tangan gemetar mengangkat kapur…
dan dengan perlahan-lahan mencoret nama anaknya…

begitu selesai mencoret nama Anaknya…
Mahasiswa itupun menangis…
tampak juga beberapa Mahasiswa meneteskan airmatanya…
secara perlahan-lahan mereka mulai menyadari “arti dari permainan ini…”

setelah suasana kembali tenang…
sang Dosen bertanya kepada Mahasiswa itu…
"Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu…?
Orang tua yang membesarkan Anda…
anak anda adalah darah daging anda…
sedang istri itu bisa di cari lagi…
Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda…
sebagai orang yang “terpenting dalam kehidupan Anda”…
dan yang paling sulit untuk Anda dipisahkan…?
coba tolong Anda jelaskan…”

semua orang didalam ruang kelas terpana…
menunggu apa jawaban dari Mahasiswa tersebut…

sambil masih berlinang airmata dan dengan suara yang parau…
mahasiswa itu pun secara tersendat-sendat berkata… :
"Bapak Dosen yang terhormat… serta rekan-rekan Mahasiswa…
sewaktu Bapak menyuruh saya untuk men-“CORET” salah satu dari ke 3 (tiga) nama yang tersisa…
saya mulai mencoba merenung perjalan hidup saya yang akan datang…
saya melihat orang tua saya sebagai gambaran masa depan saya…
seiring berjalannya waktu…
suatu saat orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya selama-lamanya…
begitu juga dengan anak-anak saya…
jika mereka sudah dewasa dan menikah… pasti akan meninggalkan saya juga…
pada akhirnya yang benar-benar bisa menemani dan merawat saya dalam menjalani hidup saya dihari tua nanti hanyalah istri saya…"
dan setelah itu tampak Mahasiswa tersebut kembali menangis…

beberapa Mahasiswa yang hadir di ruang kelas sebagian besar juga tampak meneteskan airmata…

“Saudara-Saudara sekalian… inilah makna yang tersirat dalam permainan ini…
sekarang baru kalian sadari betapa sesungguhnya istri kalian sebagai pendamping hidup kalian sungguh memiliki arti yang sangat penting dalam hidup kalian…
mudah-mudahan kalian semua mendapatkan pelajaran dari permaian ini…
akhirul kata saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya…” demikian Sang Dosen menutup acara…

Sahabat . sahabat…
mari kita renungkan kembali perjalanan hidup kita kemarin dan hari ini…
“bagaimana sikap kita terhadap “orang yang sangat penting” dalam hidup kita ini…?”

mudah-mudahan bermanfaat…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar